Followers

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 14, 2011

Sebelah Sayapku



Andaikan, aku memiliki satu sayap lagi untuk melengkapi sayapku yang sebelah..
Terus ku mencari dimana belahan sayapku yang satunya..
Tiada henti lelahku terbang hanya dengan sebelah sayap..
Terkadang tanganku terasa renggang, mencari sebuah genggaman..
Suatu yang akan menutupi renggangan disetiap ruas jariku..

Andaikan aku dapat terus tersenyum tanpa harus ada perasaan sedih.
Keegoisanku bercampur menjadi suatu cairan zat kimia kemunafikan..


 


Andaikan, aku menemukan semua itu, dunia tak lagi sendiri..
Ada aku yang selalu mewarnai setiap lorong dan selah-selah kecil dunia..
Ada dia yang setia menggandeng erat tanganku, merelakan sebelah sayap miliknya..

Mungkin Tuhan ingin menunjukkan sedikit tentang indahnya dunia.
Dengan aku dan kau sebagai pelaku utama dalam cerita..
Menceritakan betapa syahdunya skenario cerita ini..
Tak akan pernah aku sia-siakan "Sayap Hebatku" ini.
Sayap yang mampu melengkapi sebelah sayapku..

Andaikan aku memiliki banyak waktu, izinkan aku menjadi jelmaan rusukmu.
Pasti tak akan pernah ku lewatkan walau sedetik pun..
Untuk dirimu, akan kujaga sayap dan hati yang telah kau titipkan padaku. Selamanya..

Kamis, 14 April 2011
Penjaga sayapmu, Fika Restiakirti


 


Sabtu, Maret 12, 2011

Aku dan Kamu



Untuk seseorang yang memberi hariku penuh arti. Kamu !

Kamu selalu menghipnotis alam bawah sadarku.
Seperti daya magis yang menyentuhku, membawaku kedalam bianglala hatimu.
Memberikan sejuta makna keindahan yang seakan akan ingin meledak dari memori yang terekam oleh mataku.

Sejenak, kurenungkan.
Apa sebenarnya yang menyebabkan aku selalu membicarakanmu.
Ah, ternyata kamu berbeda dengan lainya.
 Yah, Kamu selalu tampil beda dalam menyajikan cinta untukku.
Membingkainya dengan rapih, dan selalu memberikan rasa yang luar biasa dengan cara yang tidak biasa.

Kamu, Yah kamu.
Tak ada yang lain yang mampu ku bicarakan disini selain kamu.
Tahukah kamu ? Hal yang paling indah adalah melihatmu tersenyum. Memamerkan bulan sabit terbalik yang kau lontarkan.
 Saat itu, Kamu seperti objek dalam setiap peristiwa.
Senyummu seperti penghubung jembatan bagi kita
Dimana kata-kata tidak bisa terucap dan disitulah kita akan bertemu.

Sepertinya tak akan pernah ada habisnya jika diriku membicarakanmu.
Keindahanmu tak bisa terucap oleh kata, hanya mampu ku tafsirkan dengan makna sederhana.
Makna yang terkadang sulit untuk kutangkap.

Disaat kita bertemu, itu merupakan suatu peristiwa yang ingin Tuhan lukiskan. Kau dan aku adalah sebagai objeknya, Dimana kita menari indah dalam selembar kanvas putih ini.Ketika indah pelangi menemani di setiap langkah kita, ataupun ketika kota teruguyur air hujan dan menemani air mata kita.

Biarkan rasa ini terus meraja di kerajaan hatiku, Kamu sebagai Raja dan aku adalah kerajaan yang berharap untuk kau pertahankan. Agar kita bisa tetap saling menjaga

Dari seseorang yang mencintaimu dengan sederhana. - Fika Restiakirti


Senin, Februari 28, 2011

Sesuai Perasaan

Lembaran demi lembaran yang mulanya kosong, mulai terisi dengan hitamnya tinta yang tergores dalam untaian kata tak bermakna. Aku menulis bukan apa-apa, hanya ingin mengisi kekosongan hatiku sama seperti halnya lembaran ini ketika aku tak mengindahkanya dengan rentetan alfabet membentuk kalimat kosong tak bermakna.

Kosong, mungkin tema yang tepat untuk mengisi lembaran demi lembaran kertas ini.*seharusnya kosong isinya ini -.- . Mungkin tulisanku kali ini menggambarkan keadaan ku  yang sangat memprihatinkan saat ini. Kau tahu keaadaan ku saat ini ? ibarat sebuah jurang yang dalam, kelam dan curam. *galauu nyaa kalo dibayangin huahaha* Aku pun tak bisa menggambarkan sebagaimana jelasnya keadaan yang kurasakan sekarang.

Entah, lagi-lagi malam ini aku merasakan hatiku seperti dilanda banjir bandang seperti di pulau mentawai.*ingat para pembaca, ini adalah salah satu majas hiperbola* .Memori yang tersedia begitu banyaknya seakan sudah tak dapat mengisi otakku yang seperti mau meledak ini.

Aku pun tak mengerti apa yang telah memenuhi memori otakku ini, entah itu kamu ? Rasanya benar bayang-bayang dirimu sudah mengehabisi sebagian kapasitas memori di otakku ini. Linglung menggenang di aliran darahku, kental seperti tersumbat sehingga aku susah untuk menarik nafas panjang. (fiuuuuhhh)

Fikiranku melambung tinggi, kosong tak mengisi saat ini. Mungkin saat mataku tak beralih? Rasanya setan-setan disekelilingku ingin memasuki tubuhku yang sangat kosong saat ini. Sampai detik ini pun, aku masih heran mengapa aku masih betah untuk menuliskan rentetan kata tak bermakna ini. Tapi aku fikir, hanya inilah yang dapat menghibur ku saat badanku lemah.

Rasanya aku ingin berteriak sekeras-kerasnya *AAAaaaAAAAaaa* tanpa peduli orang yang akan memarahiku saat mereka merasakan suaraku yang begitu melengking memasuki rongga-rongga telinga hingga menyentuh gendang telinga mereka. Tapi, Aku masih bingung? Untuk apa aku berteriak?

Daripada aku dilempari bongkahan batu karena lengkingan suaraku sangat tidak mengenakkan telinga, lebih baik aku meneriakkan suara hatiku di lembaran kertas putih ini. Walaupun tak ada seorang pun yang mengerti akan perasaan ku saat ini. Aku hanya mengandalkan lembaran kertas ini untuk menyediakan sedikit tempat untuk ku meluapkan semua isi hati, kurasa lembaran putih ini sangat baik ? Pasti aku dibolehkan untuk itu.

Sekarang, lembaran putih ini mulai terisi oleh rentetan tinta hitam yang tak bermakna. Mungkin malam ini aku banyak berbicara, tapi hanya disini, ditempat ini aku bisa mengekspresikan diriku sebagaimana kemauanku.
Disaksikan bulan, dihadapan bintang. Aku termenung kembali mengingat kisah-kisah yang begitu memekik hati, menguras fikiran dan membuat tenagaku habis.Kini dalam gelap, aku terpenjara dalam malam.

Semakin terkurung dalam ingatan yang begitu menyiksa. Serasa setan difikaranku memberontak ingin menerjang tubuhku yang masih lemah ini.Semakin kosong sehingga mereka begitu mudah untuk berkeliaran dalam otakku yang sudah melebihi batas kapasitas. Perasaan ku yang kian meledak-ledak, mendorongku ingin mengeluarkan kata-kata yang begitu keras dan kasar. 

Tapi tetap, aku tak berdaya untuk melakukanya walaupun setan sudah membisikiku agar memekikkan kata-kata itu. Salahkah aku jika aku menyalahkanmu dalam cerita ini ? Sampai sekarang aku masih bingung, siapa sebenarnya yang salah dalam cerita ini ? Aku, kamu atau bahkan ceritaku yang begitu rumit dan tak bermakna ini? Hah, sudahlah..


Minggu, Februari 27, 2011

Jejak Senyummu



Di bola matamu
Tumbuh kerlingan cahaya
Disana aku berkaca didalamnya..

Kau tahu ?
Bahwa aku tersasar ?
Terdampar dalam indah kedua bola mata saga ?

Tapi, biarkan aku jadi pengembara..
Menyusuri elok dirimu

Dimatamu, terlihat jejak
Jejak yang seakan mengajakku singgah
Aku semakin larut
Terbuai dengan pengembaraanku..

Sejenak hilang ingatan
Bahwa aku sedang tersasar dalam bola mata saga itu ?

Ketika jalan pulang semakin terang..
Jejak senyummu mentitah langkahku..

Dimana aku ada ?
Aku tersasar dalam mata indah..
Meninggalkan jejak senyum ceria..

By : Fika Restiakirti


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...